Jumat, 14 Desember 2012

Ceritaku Tentang.... (Chapter 5)

Catatan : Annabelle

Hari ini dia hadir kembali setelah kejadian 4 hari yang lalu itu dan berperilaku seperti biasanya. hanya saja wajahnya pucat. aku rasa dia belum sehat benar. tapi semoga ia baik-baik saja. 

2 minggu setelah kembalinya dia ke sini, ia tidak terlihat membaik, sedang flu berat sepertinya.
aku lihat ia pulang bersama temannya dengan wajah ketakutan saat akan menghantam hujan. entahlah. 
ternyata ia tak bisa terkena hujan seperti itu. tubuhnya menggigil tidak karuan, dan lagi darah ia keluarkan sambil terbatuk-batuk. dan aku merasakan ia menahan tangis didepan temannya dan tidak banyak berkata-kata dihadapan temannya itu. beberapa saat aku lihat ia terduduk didepan minimarket tempat mereka berteduh, dan beberapa menit setelahnya aku lihat ia seperti kesakitan. sungguh aku melihat ia pingsan dan aku kaget. tapi aku hanya mampu melihat dan tak mampu menolongnya. aku hanya mampu melihatnya dari kejauhan dan berharap temannya bisa dengan cepat membangunkannya. iapun sadar setelah beberapa kali tubuhnya diguncang. aku merasakan temannya merasakan takut dan panik namun ia berusaha tenang. Ilona terbangun dan terdiam. tatapannya hampa, mulutnya terbuka sedikit. sesaat tangannya menggenggam kuat. sepertinya ia sulit bernafas. aku tak tahu. aku hanya mampu mendoakannya.

Kamis, 13 Desember 2012

Ceritaku Tentang.... (Chapter 4)

Catatan : Ilona

"kanker otak dok?"

"saya belum bisa memastikan, hanya saja terdapat beberapa tanda"

"tapi masa iya kanker dok??"

"sebaiknya kita periksa dulu saja lebih lanjut. semoga saja dugaan saja salah"

"dokter jangan bikin saya takut..."

"tidak..sekarang periksa darahnya saja dulu ya, untuk memastikan apakah kamu thypus atau flu biasa" Dokter itu berkata sambil tersenyum tenang


"baik dok.."

sore itu aku benar-benar terkejut dengan apa yang dikatakan oleh dokter kepadaku, tidak percaya keluhan yang aku ceritakan kepadanya ternyata menyerupai gejala kanker otak walaupun belum dapat dipastikan olehnya. sore itu pula aku menjalani tes darah utnuk mengetahui apakah aku terkena thypus atau penyakit lain, yang menyebabkan kondisi tubuhku melemah 2 minggu terakhir ini. 
satu jam setelah pemeriksaan hasilnya pun keluar, ternyata aku thypus dan langsung opname saat itu juga karena kondisi tubuhku benar-benar lemah. selanjutnya aku menjalani pemeriksaan lambung, dan ternyata salah satu bagian didalam lambungku terluka dan menyebabkan aku tidak dapat menerima makanan padat sedikitpun, bahkan yang lunak sekalipun. setelah itu aku beristirahat total di rumah sakit.

sabtu sore aku masuk dan pada minggu pagi aku minta keluar dari rumah sakit karena aku berniat mengikuti kuliah di hari senin dan ikut mengerjakan tugas diluar bersama teman-temanku. awalnya aku tidak diperbolehkan untuk meninggalkan rumah sakit, karena aku belum terlalu kuat dan belum menjalani pemeriksaan lanjut mengenai benar atau tidaknya ada kanker tersebut. namun akhirnya diperbolehkan setelah membujuk ibu, dan dokter yang merawatku.
dengan catatan aku harus rajin meminum obatku dan makan teratur walaupun sementara ini aku hanya dapat mengkonsumsi susu dan banyak beristirahat dan kontrol kembali seminggu setelah ini. akupun mengiyakannya agar aku dapat kembali menjalani kegiatanku dengan segera.

Certiaku Tentang.... ( Chapter 3)

Catatan : Ilona

"dari mana datangnya darah ini?" aku berkata didalam hati.
entahlah aku pun tak mengetahui jawabannya, penasaran jelas saja. tapi aku memilih untuk tidak mengetahuinya dan terus berfikir positif bahwa aku tidak apa-apa. tapi kali ini tubuhku benar-benar melemah. suhu badanku tinggi. pusing. mual. tak seimbang. dan pengelihatanku agak kabur.
dan lagi aku mengeluarkan darah melalui mulutku. dan aku tak sanggup lagi menahan itu semua hingga pada akhirnya aku terjatuh pingsan dan tak atu apa yang terjadi selanjutnya. saat terbangun aku sudah berada disebuah kursi dengan posisi tidur. kembali mual dan pusing aku rasakan. saat itu aku minta bantuan untuk menuntunku ke kamar mandi namun secara tiba-tiba seorang temanku menyambar tubuhku dan menggendongku ke luar ke arah sebuah mobil. aku berusaha melepaskan diri namun tubuhku tidak sekuat yang aku harapkan. benar-benar-benar tidak dapat melepaskannya. aku tidak mau dibawa menemui dokter karena aku merasa tidak perlu diantara mereka ada yang tau sandainya aku mengidap suatu penyakit serius ataupun tidak. aku pun belum siap untuk apapun yang akan terjadi setelah aku menemui dokter. apalagi dokter yang akan memeriksaku bukanlah dokter yang mengetahui kondisi tubuhku dari awal. maka itu aku berusaha menolak. dan pada akhirnya mereka mengantarku pulang.

Ceritaku Tentang....(Chapter 2)

Catatan : Annabelle

sekali lagi aku melihat dia begitu lemah, hari ini dia jatuh pingsan disaat akan segera memasuki kelas untuk mata kuliah selanjutnya. ini kesekian kalinya pula aku menemukan dia terlihat mual dan mengeluarkan darah. dan parahnya kali ini ia pingsan. semua bingung dengan apa yang terjadi, ia pun digotong dari lantai tempat ia tak sadarkan diri untuk ditidurkan disebuah kursi panjang hingga ia tersadar. tak lama setelahnya ia tersadar, beberapa diantara mereka yang berada didekatnya langsung membantunya bangun dari posisi tidurnya, sedangkan yang berada disekelilingnya hanya menatap termasuk aku yang memperhatikannya dari kejauhan. ia terlihat pusing dan mual, beberapa kali ia terlihat memegang kepalanya dan memejam-mejamkan matanya serta mengembungkan pipinya dan menelan ludah. dan tak lama kemudian ia terlihat menunduk dan sekali lagi darah muncul ditangannya, dan ia meminta untuk dibawa ke toilet. beberapa temannya panik. saat ia sedang bersusah payah berjalan dan digotong beberapa orang, salah satu dari temannya menyambar tubuhnya dan langsung menggotongnya keluar dari lobby kampus menuju sebuah mobil, aku lihat ia meronta lemah dan menolak masuk kedalam mobil. ia tidak mau dibawa menemui dokter. entah apa alasannya. namun ia tenang saat ada yang mengatakan tidak akan dibawa ke dokter namun akan diantar pulang. mobil itupun meluncur.

Sweet December!

hi..
akhirnya setelah beberapa hari wifi kosan ini mati sekarang sudah bisa digunakan kembali haha sekarang bisa blogging lagi deh.. 
sebenarnya masuk desember ini aku merasakan sedih dan senang, senangnya karena sudah memasuki akhir tahum dan mendekati libur haha sedangkan sedihnya aku akan segerra berulang tahun dan bertambah umur lebih tepatnya meninggalkan umur belasan dan benar-benar mulai hidup baru menjadi orang yang lebih dewasa dan bukan lagi teenager yang masih suka bersenang-senang. kenapa sedih? karena aku merasa tanggung jawabku bertambah besar, lebih berat, dan aku belum dapat membahagiakan ibuku diusiaku yang saat ini, masih saja menyusahkannya walaupun ibuku tidak pernah bicara. aku malu. aku sedih. tapi aku akan terus berusaha menjadi yang lebih baik untuk ibuku. untuk keluargaku.
oh ya, beberapa waktu lalu aku pernah membuat posting yang berjudul "Ceritaku Tentang...." niatnya itu mau dilanjutin bikin semacam novel gitu hahaha maklumlah pengarang gak kesampean, mumpung ada blog sebagai media lebih baik dimanfaatkan toh? lumayankan mengasah kemampuan menulis, dari pada ngepost yang gak jelas hehehe dan semoga aja ceritanya menarik buat dibaca hehe amiiin
selamat berakhir tahun semuanyaaaa...
tungguin ceritanya yaa :D