Sabtu, 22 Juni 2013

....masih tentang dia

Cerita yang begitu singkat kadang justru yang paling sulit untuk dilupakan...entahlah, sekali lagi aku mengalami kekacauan perasaan. Aku jatuh cinta pada seorang teman, hubungan kami bahkan dulu lebih dari seorang teman. namun tidak ada status diantara kami, tak satupun diantara kami mengungkapkan apa perasaan kami, tapi kedekatan itu begitu jelas dan nyata dan tak bisa aku lupakan begitu saja. sampai pada suatu hari aku salah bertingkah terhadapnya disaat emosinya sedang tak stabil, ia mendiamkanku, tapi aku merasa diamnya tak wajar, hingga aku memutuskan untuk bicara dengannya, tapi ternyata justru ia semakin mendiamkan aku bahkan seperti orang tak pernah kenal, seperti otaknya telah dicuci dan melupakan segala hal yang pernah terjadi antara kami berdua. aku tidak paham.
sudah hampir lima bulan hal ini berlangsung, dan aku masih tetap memperdulikannya, meskipun teman-temanku telah menceritakan kejelekannya, keegoisannya, ketegasan yang mendominasi bahkan drama yang tak sadar ia lakukan. aku tetap perduli kepadanya, aku tidak menggubris semua yang teman-temanku katakan, bahkan ada yang bercerita bila aku berpasangan dengannya maka aku akan terkekang karna dia sangat mengatur. tapi aku tetap menyukainya. ia tidak berbicara padaku ia melupakanku tapi aku tetap menyayanginya. dan perasaan itu begitu melekat padaku, usahanya membuatku jauh akan sia-sia.. dengan ia menghapus foto-fotoku, dengan ia bicara kalau ia kembali dengan mantan pacarnya dulu. aku tetap tidak perduli, karena perasaanku sudah mulai mati. aku benar-benar menyayanginya. namun ia seperti belum juga mengerti.
Sakit itu begitu nyata ketika ia berubah menjadi orang yang sama sekali tidak aku kenal. tapi aku masih tetap mempertahankan hatiku. kalau dibilang banyak, ya banyak yang mendekatiku, namun tidak ada yang aku gubris, aku terlalu terikat perasaan dengan temanku ini. Aku tak seperti dulu lagi, yang mudah dekat dengan seseorang. benar-benar hanya dia yang aku fikirkan setiap saat.
Aku ingin sekali lagi bertanya padanya apa aku ini sebenarnya dimatanya.
tapi aku tidak pernah sanggup, bahkan setiap saat aku melihat wajahnya saja aku merasa seperti perempuan bodoh, dan akhirnya aku menangis dan menangis lagi.
Aku tak pernah tau harus bercerita dengan siapa, aku benar-benar bingung...
Aku benar-benar menyayanginya, bahkan aku tidak memperdulikan sifat-sifat buruknya...
menjelang UAS semester 4 kemarin aku satu kelompok dengannya mengerjakan sebuah tugas... setiap aku melihatnya aku begitu tersiksa karena kami sama sekali tak berkomunikasi meski berada dalam satu ruang, dan aku terus berusaha untnuk tertawa dan bercanda dengan teman-temanku agar aku tidak menangis, namun beberapa kali pertemuan aku benar-benar tak kuat dan aku pergi ke kamar mandi untuk menangis agar tak satupun dari mereka ada yang tau. sampai pada suatu hari temanku membawa dvd dan di film tersebut ada beberapa hal yang pernah terjadi antara aku dan dia, aku kembali pergi ke kamar mandi untuk menghapus air mataku, aku tidak tau apa ia memikirkan sesuatu saat menonton film tersebut atau dia melihatku menundukan kepala karena film tersebut aku tidak tahu...
beberapa hari lalu kami finishing tugas akhir semester tersebut, dan menginap bersama di tempat yang kami jadikan base camp, ia datang, dan aku langsung tak tau harus berbuat apa, jadi sibuk sendiri dan kebingungan seperti akan kedatangan presiden. akhirnya aku duduk diam didepan laptopku dan berusaha keras untuk tidak menangis, menjelang subuh, ia berbicara kepadaku menannyakan flashdisknya, aku terkejut karna tak biasanya ia bertanya kepadaku. ia mulai menatapku seperti awal kami baru kenal. setelah subuh ia pamit untuk pulang dan bilang akan kembali lagi nanti. tepat jam 8 pagi ia kembali dan berada diambang pintu, didalam ruangan tersebut hanya terdapat aku yang sedang mengerjakan tugasku sambil mendengarkan headset dan dua temanku yang sedang terlelap. Aku benar-benar terkejut melihatnya, ia bertanya kepadaku dimana anak-anak yang lain, mata itu tak memancarkan dendam, tapi tak sehangat seperti Desember Januari.. begitu berbeda...ia pergi setelah ku jawab pertanyaanya, akupun menangis sekali lagi. aku benar-benar merindukannya..
dan sudah hampir lima bulan itu ia tidak pernah menyebut namaku, tapi tepat sabtu kemarin, ia memanggil namaku. aku begitu senang mendengarnya, meskipun ia memanggil namaku untuk meminta data poster film yang kami buat. tapi itu kali pertamanya ia menyebut namaku lagi. aku tidak perduli, aku sangat senang. entah dia sadar atau tidak.
ah ya waktu menginap itu juga laptopku digunakan oleh temanku, dan desktop laptopku adalah foto aku dengannya dan aku kaget ketika melihat hal tersebut terbuka begitu saja oleh temanku dan saat aku bilang temanku untuk menutupnya tiba-tiba ia muncul diambang pintu, dan aku langsung salah tingkah takut ia melihatnya.. cukup lama mungkin ada sekitar 5 detik foto itu masih terbuka saat ia muncul, entah dia lihat atau tidak...
aku berharap ia mengerti perasaanku..
beberapa waktu lalu aku ingin sekali menamparnya, karena perlakuannya terhadapku, tapi mengingat beberapa hari terakhir ini ia menyimak aku dan berbicara padaku meski sekedar tugas aku melunak.. tapi aku tetap ingin berbicara padanya.. tapi aku tidak tau bagaimana caranya..
aku takut keadaan kembali memburuk dan bukannya membaik seperti yang aku harapkan.. teman-temanku berkata untuk membicarakannya agar aku mendapat kejelasan.
tapi hal itu tak semudah yang mereka bicarakan. jangankan berbicara, tahu dia disekeliling saja aku panik bukan main, melihat wajahnya aku menangis bagaimana aku mau berbicara.
Pada intinya apapun kejelekan yang teman-teman kami ceritakan mengenainya, usaha dia untuk membuatku jauh dengan menghapus fotoku , berbohong kembali dengan mantan pacarnya, tidak berbicara padaku dan tidak memperdulikanku lagi seperti dulu, tidak membuat perasaanku terhadapnya surut.. aku benar-benar menyayanginya.. dan perasaan ini begitu jauh berbeda dengan yang sebelum-sebelumnya... Aku sayang dia titik!
terlepas dari bagaimana perlakuannya terhadapku kali ini.
Aku akan tetap sayang kepadanya, entah sampai kapan. tapi aku rasa itu akan memakan waktu yang lama.
aku tidak perduli berkali-kali orang bilang aku hanya buang-buang waktu.
harapan terbesarku tetaplah dia. 

0 komentar:

Poskan Komentar

feel free to leave comment :)