Selasa, 16 April 2013

seketika

tepat beberapa menit sebelum maghrib tadi aku tersentak dan langsung menangis seketika mendengar sebuah kabar yang sangat tidak nyaman ditelingaku..
ya, ayah temanku..lebih tepatnya ayah dari orang yang beberapa bulan ini mengisi otak dan hatiku.. beliau meninggal..
aku menangis karena aku benar-benar tau apa rasanya ditinggalkan orang tua, karena aku sudah pernah mengalami hal tersebut..
sekali waktu aku pernah bertemu dengan ayahnya, di rumah sakit.. lebih tepatnya menjenguknya, sewaktu berada di Jakarta..
tepat tanggal 30 Desember kemarin ayahnya berulang tahun, dan aku menemaninya membeli kue ulang tahun untuk ayahnya..
dan aku berharap tahun ini aku bisa memberikannya kue itu sebagai hadiah dariku untuk ayahnya..tapi ternyata aku tak mendapatkan kesempatan itu..
aku benar-benar sedih mendengar kabar tersebut..aku ingin memeluk tubuhnya tanpa berbicara sepatah katapun.. benar-benar ingin memeluknya.. entahlah..
awalnya aku ingin pergi ke rumah sakit dimana ayahnya dirawat dan menghembuskan nafas terakhirnya, namun aku mendapat kabar dari temanku kalau mereka segera berangkat ke suatu daerah untuk mengistirahatkan tubuh ayahnya..
sudah lama kami tak berbicara, dan tepat malam sebelumnya aku berbincang dengan seorang teman kalau aku akan kembali mencoba berbicara dengannya setelah ayahnya sehat total.. dan tak disangka ternyata Allah memberikan kesehatan yang sempurna dengan menjemputnya kembali pulang ke tempat asalnya hari ini..
dan aku hanya bisa berdoa dari jauh.. aku masih belum berani menghubunginya..
walaupun sebenarnya sangat ingin..
aku benar-benar ingin memeluknya..
maaf aku tak bisa ada disampingmu...
aku ingin, tapi aku tak tau bagaimana caranya, bila kau saja tidak berbicara padaku...

0 komentar:

Poskan Komentar

feel free to leave comment :)