Rabu, 24 Juli 2013

Semoga kesempatan itu masih ada....

Tangannya menggenggam erat tanganku, saat aku hendak untuk mencium tangannya untuk pamit.
Matanya menatapku…hampa…tapi penuh dengan harapan
Sedikit air mata membasahi sudut matanya.
Ia tak lagi mengenali siapa aku, setiap bertemu ia bertanya " ini siapa? ", dan nenek ku akan menjelaskan " Ini Indah, cucu bapak, anaknya Mawar anak bapak yang ke dua " lalu ia mengiyakan dengan ragu, entah ia ingat atau tidak…tapi setelahnya ia selalu berpesan padaku beberapa hari belakangan ini.
Melalui bibirnya yang tak lagi mampu berbicara dengan jelas.
Ia berpesan :
" Jadilah anak yang baik. jujur. maka kamu akan sukses. ambilah pendidikan sebanyak-banyaknya, setinggi-tingginya. yakin Allah beri kebahagiaan dalam hidup…rajin ibadah dan yang paling penting jadi orang sabar ya neng ya "
Satu kali aku tak sanggup melihatnya dengan keadaan beberapa hari terakhir. Aku menghirup udara sebanyak-banyaknya agar aku tidak menangis dihadapannya, dan menjawab " iya kek, kakek cepat sehat ya biar kita jalan-jalan lagi "  sambil tersenyum. “Sekarang kakek istirahat ya, jangan lupa makan, Indah pamit pulang dulu". genggaman tangannyapun dilepaskan. aku keluar dari kamar tempatnya berbaring. aku menangis…aku menghambur ke pelukan nenekku.

Pesan itu tertulis jelas di otakku. dan aku berjanji untuk berubah demi dua laki-laki terhebat yang pernah aku kenal di dalam hidupku. Ayah dan Kakek. dan demi membahagiakan Ibuku, wanita tertangguh yang ada dalam hidupku.
Banyak hal yang aku pikirkan dan entah harus kemana aku menumpahkannya. Tidak pada keluargaku, tidak pada temanku, tidak pula social media yang beberapa hari ini aku jauhi.
Hari ini aku harus kembali ke Bandung, karena ada sebuah pekerjaan yang harus aku lakukan dalam lima hari kedepan. entah kenapa saat aku meninggalkan Jakarta aku merasa agak sedikit berat, dan terus terbayang wajahnya, wajah kakek. dan aku menangis sepanjang perjalanan. aku hanya berharap semuanya baik-baik saja sampai aku kembali ke Jakarta.
Aku belum sempat memeluknya dan bilang aku menyayanginya. setelah pekerjaanku selesai aku akan segera pulang ke Jakarta dan memeluknya. Aku hanya dapat berharap dan berdoa Allah memberiku kesempatan tersebut. kesempatan yang tak dapat ku lakukan kepada Ayahku dulu. Kesempatan mengatakan betapa aku menyayanginya…
Semoga kesempatan itu masih ada….

feeling something

Today I have to go back to Bandung.
I have something to do here for these five days ahead to get some money...
but I don't know why I feel reluctant to leave Jakarta.
and I don't know why am I worried...
I was crying along the way and all I think about was him...
my grandpa..
I just hope everything's okay until I got home again.

Rabu, 17 Juli 2013

Hardly Thinking...

It's been almost three weeks since I got back to my hometown.
Two weeks I didn't communicate with my friends.
Three weeks I've focus with my family.
Two weeks away from everything.
And for these three weeks...I almost forgot how to smile, how to laugh...how to have some fun.

My head was full of things. One of them was about my grandfather, I feel it that his journey has to end around this week, my brother has a vision about it too, but something undone so he can't close his eyes with peace, both of us (my brother and me) know that but none of us known what it is all about...and we really don't now what to do.

Everytime I see his face, I'm crying. He always smiling, but his eyes was totally empty. Once I saw tears streaming down his face but when we ask why, he always smile and said "Nothing, I'm okay." . All we know grandpa was already forget about us...almost everything, except grandma...we truly feel sad, but we have nothing to do with that. All we can do is pray to a God for his goodness.

There're a bunch of things on my mind, but couldn't talk about it here...It's just too much and I feel like I shouldn't talk about it.

I think I really need someone to share what's on my mind lately, but... I don't know who. Not my family, not my friends...who?

I'm hopeless, I've been thinking hardly for these days...I feel useless..

I'm sick of pretending I'm Okay. tired hiding what I feel...but I just couldn't let anyone know about it...

I think I need some times in a beautiful place to clear my head but I don't know where to go, I've been asked for someone's help...but, he refuse me...avoid me.

I'm about to lose my mind
I don't know what else I can do.

Selasa, 25 Juni 2013

heran...

entah dia sadar atau tidak kelakuannya disemester ini membuat banyak orang membencinya...
dia. yang dulu aku kenal saat semester tiga sungguh jauh berbeda dengan dia yang sekarang. entah karena faktor usia yang orang-orang bilang sedang dalam tahap labil pendewasaan. atau memang sedang ada yang salah dengan otaknya. aku sendiri belum sempat mengutarakan kekesalanku padanya. dan sekarang teman-temanku yang juga teman-temannya mengakui kalau mereka kesal bahkan benci dengan tingkah lakunya yang tidak menyenangkan. Aku sendiri nyaris benci tapi aku masih tetap memikirkannya =___=
entah apa aku bodoh atau tolol tapi hati sama otak emang gak pernah sejalan...heran.

Sabtu, 22 Juni 2013

....masih tentang dia

Cerita yang begitu singkat kadang justru yang paling sulit untuk dilupakan...entahlah, sekali lagi aku mengalami kekacauan perasaan. Aku jatuh cinta pada seorang teman, hubungan kami bahkan dulu lebih dari seorang teman. namun tidak ada status diantara kami, tak satupun diantara kami mengungkapkan apa perasaan kami, tapi kedekatan itu begitu jelas dan nyata dan tak bisa aku lupakan begitu saja. sampai pada suatu hari aku salah bertingkah terhadapnya disaat emosinya sedang tak stabil, ia mendiamkanku, tapi aku merasa diamnya tak wajar, hingga aku memutuskan untuk bicara dengannya, tapi ternyata justru ia semakin mendiamkan aku bahkan seperti orang tak pernah kenal, seperti otaknya telah dicuci dan melupakan segala hal yang pernah terjadi antara kami berdua. aku tidak paham.
sudah hampir lima bulan hal ini berlangsung, dan aku masih tetap memperdulikannya, meskipun teman-temanku telah menceritakan kejelekannya, keegoisannya, ketegasan yang mendominasi bahkan drama yang tak sadar ia lakukan. aku tetap perduli kepadanya, aku tidak menggubris semua yang teman-temanku katakan, bahkan ada yang bercerita bila aku berpasangan dengannya maka aku akan terkekang karna dia sangat mengatur. tapi aku tetap menyukainya. ia tidak berbicara padaku ia melupakanku tapi aku tetap menyayanginya. dan perasaan itu begitu melekat padaku, usahanya membuatku jauh akan sia-sia.. dengan ia menghapus foto-fotoku, dengan ia bicara kalau ia kembali dengan mantan pacarnya dulu. aku tetap tidak perduli, karena perasaanku sudah mulai mati. aku benar-benar menyayanginya. namun ia seperti belum juga mengerti.
Sakit itu begitu nyata ketika ia berubah menjadi orang yang sama sekali tidak aku kenal. tapi aku masih tetap mempertahankan hatiku. kalau dibilang banyak, ya banyak yang mendekatiku, namun tidak ada yang aku gubris, aku terlalu terikat perasaan dengan temanku ini. Aku tak seperti dulu lagi, yang mudah dekat dengan seseorang. benar-benar hanya dia yang aku fikirkan setiap saat.
Aku ingin sekali lagi bertanya padanya apa aku ini sebenarnya dimatanya.
tapi aku tidak pernah sanggup, bahkan setiap saat aku melihat wajahnya saja aku merasa seperti perempuan bodoh, dan akhirnya aku menangis dan menangis lagi.
Aku tak pernah tau harus bercerita dengan siapa, aku benar-benar bingung...
Aku benar-benar menyayanginya, bahkan aku tidak memperdulikan sifat-sifat buruknya...
menjelang UAS semester 4 kemarin aku satu kelompok dengannya mengerjakan sebuah tugas... setiap aku melihatnya aku begitu tersiksa karena kami sama sekali tak berkomunikasi meski berada dalam satu ruang, dan aku terus berusaha untnuk tertawa dan bercanda dengan teman-temanku agar aku tidak menangis, namun beberapa kali pertemuan aku benar-benar tak kuat dan aku pergi ke kamar mandi untuk menangis agar tak satupun dari mereka ada yang tau. sampai pada suatu hari temanku membawa dvd dan di film tersebut ada beberapa hal yang pernah terjadi antara aku dan dia, aku kembali pergi ke kamar mandi untuk menghapus air mataku, aku tidak tau apa ia memikirkan sesuatu saat menonton film tersebut atau dia melihatku menundukan kepala karena film tersebut aku tidak tahu...
beberapa hari lalu kami finishing tugas akhir semester tersebut, dan menginap bersama di tempat yang kami jadikan base camp, ia datang, dan aku langsung tak tau harus berbuat apa, jadi sibuk sendiri dan kebingungan seperti akan kedatangan presiden. akhirnya aku duduk diam didepan laptopku dan berusaha keras untuk tidak menangis, menjelang subuh, ia berbicara kepadaku menannyakan flashdisknya, aku terkejut karna tak biasanya ia bertanya kepadaku. ia mulai menatapku seperti awal kami baru kenal. setelah subuh ia pamit untuk pulang dan bilang akan kembali lagi nanti. tepat jam 8 pagi ia kembali dan berada diambang pintu, didalam ruangan tersebut hanya terdapat aku yang sedang mengerjakan tugasku sambil mendengarkan headset dan dua temanku yang sedang terlelap. Aku benar-benar terkejut melihatnya, ia bertanya kepadaku dimana anak-anak yang lain, mata itu tak memancarkan dendam, tapi tak sehangat seperti Desember Januari.. begitu berbeda...ia pergi setelah ku jawab pertanyaanya, akupun menangis sekali lagi. aku benar-benar merindukannya..
dan sudah hampir lima bulan itu ia tidak pernah menyebut namaku, tapi tepat sabtu kemarin, ia memanggil namaku. aku begitu senang mendengarnya, meskipun ia memanggil namaku untuk meminta data poster film yang kami buat. tapi itu kali pertamanya ia menyebut namaku lagi. aku tidak perduli, aku sangat senang. entah dia sadar atau tidak.
ah ya waktu menginap itu juga laptopku digunakan oleh temanku, dan desktop laptopku adalah foto aku dengannya dan aku kaget ketika melihat hal tersebut terbuka begitu saja oleh temanku dan saat aku bilang temanku untuk menutupnya tiba-tiba ia muncul diambang pintu, dan aku langsung salah tingkah takut ia melihatnya.. cukup lama mungkin ada sekitar 5 detik foto itu masih terbuka saat ia muncul, entah dia lihat atau tidak...
aku berharap ia mengerti perasaanku..
beberapa waktu lalu aku ingin sekali menamparnya, karena perlakuannya terhadapku, tapi mengingat beberapa hari terakhir ini ia menyimak aku dan berbicara padaku meski sekedar tugas aku melunak.. tapi aku tetap ingin berbicara padanya.. tapi aku tidak tau bagaimana caranya..
aku takut keadaan kembali memburuk dan bukannya membaik seperti yang aku harapkan.. teman-temanku berkata untuk membicarakannya agar aku mendapat kejelasan.
tapi hal itu tak semudah yang mereka bicarakan. jangankan berbicara, tahu dia disekeliling saja aku panik bukan main, melihat wajahnya aku menangis bagaimana aku mau berbicara.
Pada intinya apapun kejelekan yang teman-teman kami ceritakan mengenainya, usaha dia untuk membuatku jauh dengan menghapus fotoku , berbohong kembali dengan mantan pacarnya, tidak berbicara padaku dan tidak memperdulikanku lagi seperti dulu, tidak membuat perasaanku terhadapnya surut.. aku benar-benar menyayanginya.. dan perasaan ini begitu jauh berbeda dengan yang sebelum-sebelumnya... Aku sayang dia titik!
terlepas dari bagaimana perlakuannya terhadapku kali ini.
Aku akan tetap sayang kepadanya, entah sampai kapan. tapi aku rasa itu akan memakan waktu yang lama.
aku tidak perduli berkali-kali orang bilang aku hanya buang-buang waktu.
harapan terbesarku tetaplah dia.