Sabtu, 04 Desember 2010

smiling no matter what happens (cerpen iseng)

Mata coklat yang bulat dan besar. Rambut hitam ikal lembut terurai. Tubuh tinggi yang tidak kurus dan tidak pula gemuk. Kulit sawo matang.
Sulwyn Ladorna Edelweiss (terang seperti matahari menghiasi keabadian) , Lorna begitu mereka semua memanggilku. Aku lahir di lingkungan keluarga yang biasa saja tidak kaya dan tidak juga miskin.ya.kami berkecukupan. Tepat tanggal 25 Desember nanti umurku 17. Kini aku tinggal bersama ibu dan adikku. Ayahku meninggal saat aku berusia 15 tahun. Sungguh kejadian yang paling menyakitkan dalam hidupku.

*****

Aku hidup seperti layaknya anak-anak remaja biasa, pergi ke sekolah, berkumpul bersama teman-teman maupun keluarga.
Sampai suatu hari aku menemukan sesuatu dalam diriku yang membuatku merasa berbeda dengan kawan-kawanku. Ya. Kanker otak. Dia yang merubah segalanya.
Sejak aku berumur 15 tahun aku sering sekali merasakan sakit kepala, kadang terjadi sakit yang amat menyiksa hingga membuatku tak bisa bergerak atau berbicara sedikitpun karna jika aku melakukannya kepalaku akan bertambah sakit. sakit itu timbul berulang-ulang tak pasti.namun tak pernah ada diagnosa pasti setiap kepulanganku dari rumah sakit. Hingga suatu hari aku dinyatakan kanker otak oleh dokter setelah menjalani beberapa pemeriksaan serius. Sejak saat itulah warna hidupku berubah.

*****

Suatu hari aku pergi bersama teman-temanku, bermain dan menyia-nyiakan waktu luang bersama. Aku pingsan. Teriknya mentari tak dapat ku elakkan hingga membuat kepalaku pusing luar biasa dan tak dapat menahannya. Mereka semua beramai-ramai menggotongku dan berusaha menyadarkanku. Beberapa menit kemudian aku pun sadar. Aku tersenyum hangat kepada teman-teman ku mengucapkan maaf dan terima kasih pada mereka. Tak seorangpun tahu tentang penyakitku. Tidak. Kecuali orang tuaku.

*****

Aku juga memiliki pacar seperti orang-orang di sekitarku yang memliki juga. Ya, dia orang yang sangat baik dan perhatian. Tapi _____ setelah aku tahu kalau aku sakit, rasanya ingin menjauh darinya. Aku tak ingin membuat dia kecewa atau merasa sedih. Tidak. Tidak sedikitpun di benakku. Aku hanya ingin melihat dia tersenyum dan tertawa bahagia, bukan wajah yang selalu terlihat khawatir. Dan ku putuskan untuk tidak memberi tahunya.

*****

Berhari - hari. Berbulan -bulan. Ku jalanni tanpa terapi apapun. Kini usiaku 19 tahun dan kankerku sudah ada pada stadium 2, frekuensi sakit kepalaku makin berlipat ganda dan sering kali menyebabkan kejang-kejang. darah pun tak jarang ku jumpai mengalir dari hidungku. Tak seorangpun tahu penyakitku bertambah parah. Teman-temanku, pacar, bahkan ibuku tak tahu. Aku tak pernah ingin kelihatan sakit didepan mereka semua. Aku hanya ingin terlihat bahagia dan hidup seperti biasa.

*****

Takut. Itulah yang selalu menyelimuti hati dan fikiranku. Aku takut orang-orang disekitarku mengetahui penyakitku. Aku pun berdoa kepada Tuhan : "Tuhan, tolong jagalah semua orang-orang di sekitarku, janganlah kau biarkan mereka mengetahui parahnya sakitku ini. Dan____ satu lagi permintaanku izinkan aku hidup sedikit lagi, aku hanya ingin merasakan sedikit lagi kebahagiaan di akhir hidupku. Hanya kepadamu aku menyembah dan memohon..."
butir airpun melintas perlahan di pipi ini.

*****

Setahun berlalu kini umurku 20 tahun. Sejak lulus dari SMA aku tak melanjutkan pendidikanku karna keterbatasan biaya. Kanker ku telah masuk pada stadium 3. kadang aku merasa fungsi kakiku tidak maksimal, seringkali lemas begitu saja dan menyababkanku tidak dapat berdiri. seringkali aku mual dan menjumpai muntah darah. namun hanya senyum yang dapat ku lakukan dan berdoa : "Tuhan...bila sudah waktunya tolong izinkan aku menikah, aku ingin merasakan bahagia saat seseorang mengikat janji setianya dihadapan semua orang" aku pun mengahpus air mata dengan senyumku.

*****

Ibuku merasakan adanya perbuhan yang terjadi pada diriku, namun setiap kali ia menanyakannya aku selalu menyangkalnya. Aku selalu bilang aku baik-baik saja.
Aku tahu ibuku tidak percaya. Dan aku tahu diam-diam ia mengawasiku. Namun sebisa mungkin aku selalu bersembunyi.
Oh ya Tuhan telah mengabulkan permintaanku. Pacarku akan menikahiku tahun depan tepat di ulang tahunku yang ke 21. Aku senang sekali. Saat itu aku tidak berfikir betapa sakitnya dia jika tahu kalau waktu ku sudah sangat singkat. Tidak sekalipun terfikir. Egois. Ya. Itu yang ku rasakan.

*****

25 Desember adalah hari natal dan hari ulang tahun Lorna, kini juga menjadi hari pernikahan Lorna dengan Theodore pacarnya. Lorna merasa sangat bahagia karna orang-orang yang ia sayangi berkumpul dan tersenyum bahagia kepadanya. Namun tak seorangpun yang menyadari akan hilangnya senyum itu dengan segera. Ya. Tepat setelah Lorna mengucapkan kalimat "Aku bersedia" setelah Theodore. Dalam gaun pengantinnya ia terlihat jauh lebih cantik. Meskipun wajahnya pucat Ia tersenyum dengan pandangan mata yang lembut kepada Theodore dan berbisik "Aku akan selalu ada didalam hatimu mulai saat ini". Theodore tidak menyadari pesan yang diucapkan Lorna. Ia hanya tahu itu positif dan membuatnya bahagia. Saat mereka berpelukan tangan Lorna yang merangkul erat tubuh Theodore terlepas secara tiba-tiba. Lorna menghembuskan nafas terakhirnya. Sesuai dengan keinginannya.
Theodore merasakan kepergian Lorna. Ia pun tersenyum dan berbisik dengan raga tak bernyawa yang di peluknya : "Akan ku jaga hatiku untukmu"

*****

semua hadir pada pemakaman Lorna, tak sedikit yang menitihkan air mata.
Ibu Lorna memeluk Achates adik Lorna, ia menangis tak henti-hentinya.

*****

Hingga beberapa hari setelahnya Theodore hanya berdiam diri di rumahnya.
Depresi. Ya. Itu yang ia rasakan. bagaimana tidak? Orang yang sangat ia cintai dan baru dinikahi telah meninggalkannya. Ia marah pada dirinya sendiri karna tak menyadari penyakit yang bersarang di tubuh Lorna. Semakin hari ia semakin tidak kuat menahan emosinya, diambilnya cutter yang cukup tajam disayatnya nadi itu. Ia tersenyum karna merasa lega namun mengangis karna merasa bodoh. Theodore kehabisan darah. Membuatnya tenggelam dalam "keabadian".

0 komentar:

Poskan Komentar

feel free to leave comment :)