Jumat, 14 Desember 2012

Ceritaku Tentang.... (Chapter 6)

Catatan : Ilona

Hujan...
tubuhku membeku benar-benar dingin. aku lupa aku tak lagi bisa terkena hujan seperti ini. kami menepi disebuat minimarket. aku berdiri disana sambil terus meniup-niupkan udara ke tanganku dan mengusapkannya kebeberapa bagian tubuhku agar menghangat. tapi aku tetap kedinginan. temanku memberikan jaketnya kepadaku. aku menolaknya karna aku takut ia kedinginan juga. tapi ia memaksa dan langsung meletakkannya ditubuhku. sesak. dan kepalaku sedikit pusing. tak lama aku merasa mual dan terbatuk karena sedang batuk dan flu ternyata darah itu keluar lagi beserta batukku tadi. aku merasa semakin takut dan teringat perkataan dokter yang belum pasti saat itu hingga saat ini. aku minta tolong kepada temanku untuk membelikanku air mineral untukku membersihkan darah itu dari tangan dan mulutku. semakin lama dadaku semakin sesak. aku duduk di depan minimarket tersebut. kepalaku semakin sakit dan nafasku semakin sedikit membuat tubuhku melemah.temanku mengambil scraftnya yang biasa ia jadikan sebagai penutup wajahnya saat mengendarai motor. dan melilitkannya dileherku agar aku merasa lebih hangat. dan tetap saja tubuhku masih dingin. sungguh aku benar-benar tersiksa dan sama sekali tidak merasa enak dengan temanku. aku ingin menyuruhnya pulang dan tidak mengkhawatirkan aku tapi aku tak berani mengatakkannya. aku pun takut sendiri. sesaat aku sedang berusaha menarik nafas sedikit demi sedikit aku lihat ia berjalan kedepan entah apa yang ia cari. aku menundukkan kepalaku karena pusing mulai sangat terasa dan tubuhku benar-benar lemas. tiba-tiba aku mendengar namaku dipanggil aku mengangkat kepalaku yang sedang benar-benar berat perlahan. entah seperti apa wajahku. tolol mungkin. ia membawakanku segelas teh hangat untuk aku sentuh gelasnya agar aku merasa lebih hangat. namun saat aku memaksakan untuk mengangkat kepalaku dan menguatkan nafasku untuk meniup , mataku kabur dan aku hilang kesadaran sesaat. aku melihat cahaya terang sekali entah cahaya apa itu. tapi kembali lagi gelap secara tiba-tiba dan aku medengar namaku dipanggil berkali kali. akupun berhasil membuka kedua mataku. tapi aku tidak mampu berkata-kata, nafasku benar-benar agak terhenti. aku diam. aku dengar temanku berkata "na? jangan bikin takut..heii!!" aku hanya menggeleng perlahan dan menggenggam tangannya erat. aku tak mampu bernafas secara sempurna. sakit. akupun mengumpulkan tenaga untuk berkata
"aku mau pulang"
"sekarang? tapi masih hujan gini.."
"oksigenku di rumah"
"astaga!"
"Jaketmu?"
"Pakai!"
"Jangan kalau kamu ikutan sakit gimana"
"Gak akan. ayo!"
iapun langsung menyalakan motornya dan membantuku berdiri lalu mengantarku kerumah.
sedikit lega setelah menggunakan oksigen yang ada. namun kepala ini masih tetap sakit. aku melepaskan jaketku yang basah dan digantikan dengan selimut oleh temanku. aku benar-benar merasa bersalah kepadanya. aku membuatnya repot. entah harus dengan apa aku menebusnya. aku harap semua ini cepat berakhir. entah bagaimana caranya.


0 komentar:

Poskan Komentar

feel free to leave comment :)