Sabtu, 22 Desember 2012

Ceritaku Tentang.... (Chapter 7)

Catatan : Ilona

hari ini sahabatku pulang ke kampung halamannya. kami jadi tidak bisa menghabiskan waktu berdua. saat ia meninggalkanku tadi ia sangat menunjukan wajah khawatirnya. entah khawatir entah bingung. aku tak mengerti. ya. pagi buta tadi ia memasuki kamarku untuk memberi kejutan ulang tahun kepadaku, tapi justru ia yang terkejut saat ia menemukanku dengan posisi hampir terjatuh dari kasur dan mengeluarkan banyak darah dari mulutku. dia bilang wajahku pucat. kue dan lilin yang tadinya ia nyalakan untukku pun ia lempar begitu saja dan langsung menyambar tubuhku dan membantuku kembali ke tempat tidurku. aku melihat kue yang tergeletak hancur itu didepan pintu kamarku dan lilin yang telah tertimpa kuenya. 
"hei kenapa kuenya kau jatuhkan?" 
"kau mengejutkankku"
"bagaimana jika apinya menyambar pintu kamarku hangus ruangan ini"
"maaf.. kau tidak apa-apa?"
"tidak apa-apa"
"kau bohong" wajahnya terlihat sangat khawatir
"sungguh" aku hanya mampu tersenyum saat itu
"kau harus ke dokter!" ternyata dia tidak menghiraukan apa yang aku bicarakan
"tidak!"
"kenapa?"
"aku tidak mau"
"ya tapi kenapa?" 
"hei belikan aku kue yang baru! yang disana sudah tidak bisa dimakan kan" ucapku berusaha mencairkan suasana dengan mengalihkan pembicaraan.
"jangan coba-coba mengalihkan pembicaraan"
"tidak..sudahlah jangan paksa aku menemui dokter"
"yasudah terserah kau saja.. ah iyaa selamat ulang tahun yaa.. maaf kejutanku gagal. semua gara-gara kau kan!"
"terima kasih ya haha kau tidak punya hadiah lain untukku?"
"tidak semuanya sudah aku habiskan untuk kue itu dan hancur begitu saja.. rugi aku"
"hahaha kau itu.."
"hari ini aku pulang ke Jakarta"
"hari ini?"
"iya.. nanti siang.. ibuku sakit aku harus pulang"
"yasudah pulanglah.. lebih cepat lebih baik.. cepat sehat ya untuk ibumu"
"iya terima kasih.. aku mau kembali ke kamar, kau tidak sudah tidak apa-apa?"
"tidak apa-apa kembalilah.."
"oke" perlahan iapun berdiri dan berjalan menuju pintu kamarku hendak merapihkan kue yang jatuh tadi.
"kapan kau kembali lagi?"
"tidak tahu mungkin seminggu lagi"
"kita tidak tahun baru bersama?"
"aku rasa tidak tahun ini"
"yahhh baiklah.."
"istirahat sana"
ia pun menutup pintu kamarku. dan kembali meninggalkanku didalam ruanganku sendirian.
Annabelle namanya. rambutnya panjang ikal berwarna coklat matanya sipit badannya juga mungil. cantik. kami berteman hampir 2 tahun sudah dan tinggal di apartment yang sama. ia juga baik. tapi entah kenapa ia suka menghilang secara tiba-tiba namun tahu setiap gerak gerikku. sedangkan aku tidak tau dimana dia berada. tapi aku tidak menghiraukannya ia adalah salah satu teman cerita terbaikku yang pernah aku temui.

0 komentar:

Poskan Komentar

feel free to leave comment :)